Aek Sijorni, Wisata Alam Nan Indah yang Kurang Mendapat Sentuhan
internet

Aek Sijorni, Wisata Alam Nan Indah yang Kurang Mendapat Sentuhan


Sijorni adalah nama tempat di Kabupaten Padang Lawas (Palas). Di tempat itu ada sebuah sungai yang panjang yang dinamai Sungai Sijorni. Sungai ini sangat unik, dan ramai dikunjungi wisatawan lokal dan juga wisatawan asing.

Aek Sijorni  yang berarti air bersih merupakan sungai kecil yang menjadi air terjun bertingkat. Berlokasi di Aie Nibung desa Sane-sane, Batang Angkola, sekitar 30 km dari Padang Sidempuan. Air terjun ini mempunyai air yang jernih seperti kristal dan arus yang kuat. Hawa di daerah tersebut dingin dan sejuk sangat cocok sekali untuk mandi, airnya tidak pernah berlumpur bahkan ketika hujan deras.

Tempat ini biasa dibuat sebagai tempat berlibur bagi  kalangan anak-anak muda. Terdapat banyak restoran di tempat ini, anda dapat menikmati makanan sambil mandi.

Ada yang “unik” dari lokasi wisata aek sijorni ini, begitu parkir mobil, sebelum menyeberang lewat jembatan gantung, pengunjung diminta membayar oleh seorang anak muda, Rp 1.000,-/ orang. Setelah melewati jembatan, beberapa meter berjalan, datang seorang anak dari sebuah warung meminta untuk membayar, lagi-lagi Rp 1.000,-/ orang. Penatikan ini dikarenakan pengunjung melewati pekarangan rumah mereka.

Sungai Sijorni ini sudah terkenal sejak dahulu. Hanya saja tempat ini kurang diperhatikan oleh pemerintah. Jika tempat ini ditata dengan baik, maka ini akan menjadi salah satu peluang untuk tempat wisata yang terkenal.

Ketua yayasan lembaga konsumen muslim (YLKM) Azmin Gea kepada Mandiri, Selasa (15/1), mengatakan dalam kurun waktu 3 tahun (2010 s/d 2012) sejak jembatan gantung ini direnovasi oleh pemda, pengunjung diperkirakan mencapai puluhan ribu bahkan mencapai ratusan ribu pertahunnya. Jika dalam setahun terdapat 100.000 orang saja, maka PAD yang dapat digali mencapai Rp.200.000.000/tahun.

 

Azmin mencontohkan, pada liburan Natal dan Tahun Baru kemarin, terhitung mulai tanggal 20 Desember 2012 dengan puncak pengunjung pada 1 Januari 2013 kemarin, pengunjung mencapai 50.000 orang. Menurut pengakuan masyarakat yang ikut mengutip, uang tersebut disetor kepada kepala Desa Aek Libung bernama Taslim Batubara yang kemudian memberikan upah kerja bagi mereka yang ikut kerja menjaga lintasan pintu masuk jembatan gantung tersebut.

Bupati Tapsel Sahrul M Pasaribu saat ditanyakan upaya Pemerintah Kabupaten Tapsel dalam mencari dan menggali sumber-sumber baru untuk pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) khususnya objek wisata Aek Sijornih, hingga berita ini direlis belum memberikan tanggapan.

Ketua Komisi IV DPRD Tapsel Darwis Sitompul,SE  mengatakan perolehan PAD untuk objek wisata seluruh Tapsel hanya Rp.5 juta, menurut dinas terkait mereka kesulitan dalam melakukan penagihan. Dicontohkannya, Objek wisata Aek Sijornih, pihak Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata selaku pengelola kesulitan dalam menagih PAD, karena lahan atau lokasi dimaksud merupakan milik warga yang membuat susahnya pemerintah Tapsel melibatkan diri dalam membangun lokasi tersebut.

Sementara itu Arman Nasution,SH selaku salah seorang anggota Badan Anggaran (Banggar) dan juga Ketua DPC PKB Tapsel, sangat mencekam dinas terkait yang hanya memperoleh PAD dari sektor wisata sebesar Rp.5 juta, padahal potensi alam wisata di daerah ini sangat menjanjikan. Sebaiknya pihak pemerintah melakukan pengkajian potensi yang ada dengan melibatkan diri sebagai pengelola di lapangan.

“Memang disadari, pengutipan retribusi tidak bisa dilakukan pemerintah daerah di lokasi milik masyarakat, kalau belum ada keterlibatan pemda dalam melakukan pembangunan. Jadi untuk menggali PAD ini, ada baiknya pemda dan pemilik lahan duduk bersama melakukan kolaburasi dalam mengkelola ini. Pemda memfasilitasi sarana dan prasarana objek wisata, sedangkan masyarakat menyediakan lahan”, jelas Arman.

 

Sumber : dari berbagai sumber

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Kicauan

wordpress